Ketika hujan turun tidak seperti tetesan-tetesan menyejukkan, tapi seperti jutaan gayung yang tak pernah berhenti mengguyur. Kemudian mereka bersatu menghanyutkan siapa saja yang ditemui.
Kenapa manusia memaki?
Ketika matahari bersinar dengan terang, seperti jutaan lampu sorot yang siap memanggang. Kemudian mereka menjadikan tanah ini gersang.
Kenapa manusia memaki?
Bagaimana ketika langit memaki kita yang menutup pori bumi dan tidak pernah peduli karena tanah berteriak kehabisan nafas, sehingga air-air itu hanya sepintas lalu lewat tanpa bisa meresap?
Bagaimana ketika langit mengadu karena perlahan-lahan terkikis, menjadi lubang-lubang yang mempersilakan sinar matahari berhamburan masuk?
Apakah kita mendengarnya?
Hentikan dulu makianmu,
sebelum kamu bisa mendengar apa yang dikatakan alam,
dan cukup mengerti apa yang telah kita perbuat.
Showing posts with label tulisan hijau. Show all posts
Showing posts with label tulisan hijau. Show all posts
2.24.2010
1.02.2010
[repost] impian bunga
gambar dari sini
halo teman, aku bunga
umurku 5 tahun
ayah dan bunda memberiku nama itu
supaya aku secantik bunga
aku jadi ingin tahu
seperti apa sih bunga itu?
ayah dan bunda memberiku nama itu
supaya aku secantik bunga
aku jadi ingin tahu
seperti apa sih bunga itu?
rambutku tipis dan merah
bukan karena bunda mengecat rambutku
tapi itu tanda sayang sang matari
yang panasnya terkadang bikin aku pusing
aku membawa tas ransel
dengan botol di kantung
isinya bukan sirup yang segar dan dingin
tapi oksigen supaya paruparuku masih bisa bernafas
di leherku ada bunga merah kecil dari plastik
bukan gantungan kalung
tapi hanya penghias selang
yang menggandeng botol oksigen
dan lari masuk ke dalam hidungku
kata bunda,
dulu anak seumurku rambutnya banyak
bisa dikucir seperti buntut kuda
dikepang dua juga bisa
tapi aku dan kawanku rambutnya sedikit
itupun kalau bisa tumbuh
kata ayah,
dulu anak seumurku
bisa berlarilari di rumputrumput
memanjat pohon juga bisa
tapi aku dan kawanku
hanya bisa memanjat mainan di sekolah
rumput, pohon, daun, bunga
hanya akrab di telinga
ceritera ayah bunda sebelum tidur
hanya akrab di mata
ceritera gambar di bukubuku sekolah
tapi satu saat kawan
aku akan lihat sendiri pohonpohon
memegangnya sendiri dedaunan
mencium bunga yang katanya harum
karena ayah dan bunda berjanji
akan membawaku ke sebuah kubah
dimana mereka menjadi nyata
satu saat nanti pula
kubangun kubah hijau itu
tidak hanya dalam ingatanku
tapi juga di rumahku
bukan karena bunda mengecat rambutku
tapi itu tanda sayang sang matari
yang panasnya terkadang bikin aku pusing
aku membawa tas ransel
dengan botol di kantung
isinya bukan sirup yang segar dan dingin
tapi oksigen supaya paruparuku masih bisa bernafas
di leherku ada bunga merah kecil dari plastik
bukan gantungan kalung
tapi hanya penghias selang
yang menggandeng botol oksigen
dan lari masuk ke dalam hidungku
kata bunda,
dulu anak seumurku rambutnya banyak
bisa dikucir seperti buntut kuda
dikepang dua juga bisa
tapi aku dan kawanku rambutnya sedikit
itupun kalau bisa tumbuh
kata ayah,
dulu anak seumurku
bisa berlarilari di rumputrumput
memanjat pohon juga bisa
tapi aku dan kawanku
hanya bisa memanjat mainan di sekolah
rumput, pohon, daun, bunga
hanya akrab di telinga
ceritera ayah bunda sebelum tidur
hanya akrab di mata
ceritera gambar di bukubuku sekolah
tapi satu saat kawan
aku akan lihat sendiri pohonpohon
memegangnya sendiri dedaunan
mencium bunga yang katanya harum
karena ayah dan bunda berjanji
akan membawaku ke sebuah kubah
dimana mereka menjadi nyata
satu saat nanti pula
kubangun kubah hijau itu
tidak hanya dalam ingatanku
tapi juga di rumahku
[repost] sepertiga hijau
berapa banyak rindang pohon
yang masih menaungi rumah kita?
ketika kita menghirup sejuknya udara
berhembus dari mesinmesin penyejuk
yang tiap hari minum bensin
yang tiap saat makan batubara
saat itu pun kita terlena
seharusnya paruparu kita berlehaleha
terkipasi dedaunan
seharusnya badan kita berpeluk
batangbatang pohon
kita lupa sebenarnya nafas kita,
partikel yang lalu lalang masuk
hilir mudik melalui hidung kita,
satu irama dengan nafas dua pohon
apakah tarian asapasap itu
mengotori nurani kita atas nama nyaman
membutakan kita atas nama teknologi
menulikan kita atas nama pembangunan
kawan, separuh dari nafas kita terenggut
dan sesakpun belum cukup membuat terjaga
ah.. jangan ucapkan panas
bila mengejar kasih pohonpun
kita tidak bisa
kayumanis37
untuk sepertiga Bandung yang hijau
[repost] p a n a s
gambar dari sini
jangan ucapkan
kalau kamu masih bergantung
kotak besi bermesin penyejuk
yang mengantarmu dari titik ke titik
kalau kamu masih tega
menjadikan tanah itu kedap
yang membuat bumi kehausan
kalau api masih membara
diantara sampah sisa harimu
yang membuat racun menarinari
hai mahluk perusak bumi
pembunuh anak cucu
apakah panas buatanmu itu
apakah panas buatanmu itu
menguapkan akal sehat
juga membakar nuranimu?
Subscribe to:
Posts (Atom)


